Rabu, 24 Oktober 2012

OpenstreetMap

Gowa Center. OpenStreetMap (OSM) merupakan situs online yang menyediakan peta dunia secara gratis. Cara kerjanya seperti wikipedia semua orang bisa menambahkan atau memperbaiki kesalahan informasi yang terdapat dalam peta bahkan membuat peta pada daerah yang belum terpetakan dengan cara mendaftar lebih dahulu. Dewasa ini telah terdapat 500.000 orang yang telah memiliki akun OSM.


Lokalatih OSM dan QGIZ di Kuta-Bali, Oktober 2012.
Foto: DN.
Banyak pihak dan negara yang telah terbantu dengan keberaan peta dari OSM. OSM melalui Humanitarian Openstreetmap Tim (HOT)  berhasil membantu pemetaan di Haiti ketika dilanda gempa tahun 2010,  gempa dan tsunami di Jepang tahun 2011, serta pemetaan di Kibera.

Kibera merupakan perkampungan kumuh yang dihuni sekitar 1,5 juta jiwa warga Kenya dan menjadi kampung kumuh terbesar di Afrika. Hasil pemetaan melalui OSM menjadi salah satu solusi memperbaiki perkampungan itu.
Di Indonesia OSM telah membantu pemetaan untuk perbaikan kota Padang Sumatera Barat setelah diterkena gempa pada tahun 2009 dan banjir besar di Ambon.

Untuk mendorong lebih banyak pihak yang belajar ilmu pemetaan, HOT bekerja sama dengan ACCESS Tahap II melaksanakan palatihan lanjutan cara menggunakan OSM sejak 8 hingga 12 Oktober 2012 di Kuta, Bali. Kegiatan ini diikuti 27 orang peserta dari empat provinsi di KTI yakni NTB, NTT,  Sulsel, dan Sultra. Peserta didorong menyebarkan pengetahuan tentang penggunaan OSM di lembaga, warga dan organisasi warga, pemerintah, pihak lain yang berminat melakukan pemetaan.

Dalam kegiatan ini peserta mempelajari akurasi data, menyelesaikan masalah setelah pemetaan, dan menghubungkan peta hasil OSM dengan quantum GIZ. Hadir sebagai pelatih Kate Champman, Katrina Engelsted, Vasanthi, Harry, Adityo, dan Dewi dari HOT.

Secara khusus pelatihan ini untuk menguatkan  organisasi pemberdayaan memasukkan data hasil kegiatan menjadi informasi berbasis peta yang bisa diakses secara luas maupun untuk kebutuhan khusus. Informasi tentang sarana maupun pengguna pelayanan publik, data sosial warga, dan informasi wilayah bisa termuat dalam peta. Informasi itu dapat memuat angka, tulisan, atau simbol.  Informasi tersebut akan bermanfaat bagi pihak tertentu khususnya pemerintah dalam mengambil keputusan yang tepat.  Bermanfaat pula sebagai petunjuk bagi pihak yang ingin mengunjungi suatu tempat atau dalam membantu wilayah yang  dilanda bencana. (*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar